Sandhangan Jawa 2026 : Gaya Budaya dadi Karya
Sandhangan Jawa 2026 mengusung tema “Nguri Tradisi Ngripta Inovasi, Tradisi Dadi Gaya Budaya Dadi Karya” sebagai bentuk upaya mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas kewirausahaan sekaligus memperkenalkan budaya Jawa melalui produk yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Program ini dinaungi oleh Departemen 3 Sosial dan Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (HMP PBSJ), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Sandhangan Jawa 2026 menghadirkan berbagai produk kreatif yang memadukan unsur budaya Jawa dengan gaya modern. Produk utama yang dihadirkan berupa kaos dengan desain tokoh wayang Wisanggeni.Pemilihan tokoh Wisanggeni menjadi bagian dari konsep visual yang membawa semangat dan jiwa perjuangan ke dalam desain produk. Kaos tersebut hadir dengan warna broken white serta pilihan model fit body sehingga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.
Selain kaos, Sandhangan Jawa 2026 juga menghadirkan berbagai merchandise pendukung, yaitu lanyard, topi, ganci, pin, dan sticker pack. Setiap produk dirancang dengan mengangkat unsur visual dan identitas Jawa dalam kemasan yang lebih modern. Beragam pilihan tersebut memberikan alternatif bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk mengenal dan menggunakan produk bernuansa budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Pemasaran produk Sandhangan Jawa 2026 dilaksanakan melalui dua tahap pre-order. Tahap pertama dibuka pada 18–27 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua pada 1–10 Agustus 2026. Pre-order tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa dari program studi lain serta masyarakat umum. Melalui dua tahap pre-order tersebut, produk Sandhangan Jawa mendapatkan respons dari berbagai kalangan. Secara keseluruhan, lebih dari 150 produk Sandhangan Jawa berhasil terjual. Capaian tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap produk kreatif yang menggabungkan unsur budaya Jawa dengan kebutuhan dan gaya generasi masa kini.
Sandhangan Jawa tidak hanya menjadi kegiatan penjualan merchandise, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan. Melalui program ini, mahasiswa terlibat dalam proses perencanaan produk, pengembangan konsep, pemasaran, hingga pengelolaan pemesanan. Di sisi lain, penggunaan unsur budaya Jawa dalam desain produk menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat melalui media yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Budaya tidak hanya ditempatkan sebagai sesuatu yang bersifat tradisional, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi karya kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.