Manjing Ajur Ajer : Festival Sastra Jawa "Sempulur" 2026
Universitas
Negeri Surabaya (Unesa) tepatnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa kembali menyelenggarakan Festival Sastra Jawa (FSJ)
dengan mengusung tema “Manjing Ajur Ajer”. Kegiatan tersebut berlangsung pada
26 September 2026, pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan bertempat di Gedung Auditorium FIKK lantai 3 Kampus Lidah Wetan, Unesa. Festival tahun ini menghadirkan
berbagai kegiatan yang memadukan seni, sastra, dan budaya Jawa. Beberapa
kegiatan utama yang digelar meliputi Grand Final Lomba Nembang Campursari,
Focus Group Discussion (FGD), dan Bedah Makna Lagu.
Festival
dibuka dengan kompetisi Grand Final Lomba Nembang Campursari. Kegiatan tersebut
memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan dan menunjukkan kreativitas
serta kemampuan mereka dalam membawakan karya lagu Jawa. Kompetisi Lomba
Nembang Campursari menjadi bagian dari rangkaian festival yang mempertemukan
seni pertunjukan dengan apresiasi karya sastra Jawa.
Kegiatan
dilanjutkan dengan Focus Group Discussion dan Bedah Lagu yang dipromotori oleh
Prof. Dr. Setya Yuana, M.A., dan Prof. Dr. Suhartono, M.Pd.,. Adif Mahendra dan
Rendra Kemana berperan sebagai reviewer. Forum tersebut menjadi ruang apresiasi
dan kajian mendalam karya lagu Jawa dengan mempertemukan unsur seni dan sastra.
Melalui kegiatan ini, lagu tidak hanya karya yang dinikmati, tetapi juga
sebagai karya yang dapat dikaji dari segi isi, bentuk, dan maknanya.
Kegiatan
Focus Group Discussion dan Bedah Lagu diawali kolokium oleh Adif Mahendra dan
Rendra Kemana, yang membahas dua karya lagu, yaitu “Smaragita” dan “Kusuma
Wijaya”. Setelah kolokium, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Focus Group
Discussion yang melibatkan enam reviewer. Diskusi dalam Focus Group Discussion
berfokus pada tujuh lagu karya Danang Wijayanto, S.Pd., M.Pd. Para reviewer dan
peserta forum mendiskusikan karya-karya tersebut untuk mengungkap unsur dan
makna yang terkandung di dalamnya.
Melalui
tema “Manjing Ajur Ajer”, Festival Sastra Jawa menghadirkan ruang perjumpaan
antara karya, pelaku seni, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. Rangkaian
grand final campursari, Focus Group Discussion, dan Bedah Lagu menunjukkan
bahwa festival tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan karya. Festival ini
juga menjadi ruang untuk mengapresiasi dan mendiskusikan karya sastra Jawa.
Dengan demikian, Festival Sastra Jawa menjadi bagian dari upaya menghadirkan
sastra dan budaya Jawa dalam ruang seni dan akademik