Minggu Tenang Sebelum UAS: Tenang Versi Siapa?
Menjelang berakhirnya perkuliahan semester,
mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri
Surabaya memasuki fase yang dikenal sebagai “Minggu Tenang”. Secara ideal,
minggu ini dimaksudkan sebagai waktu untuk mempersiapkan diri sebelum
menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Para mahasiswa dapat menurunkan
intensitas kegiatan, mengatur strategi belajar, serta memulihkan energi setelah
melewati rangkaian perkuliahan yang padat.
Namun, kenyataannya tidak semua mahasiswa
benar-benar merasakan ketenangan. Di antara mereka, ada yang justru “lebih
sibuk” dibandingkan minggu-minggu biasa. Hal ini terjadi karena sebagian mata
kuliah tidak menggunakan model ujian tertulis, tetapi UAS berbasis proyek, mulai
dari pembuatan karya tulis akademik, penyusunan karya media pembelajaran,
analisis teks sastra, hingga pementasan mini yang membutuhkan waktu,
kreativitas, dan koordinasi ekstra.
Di sinilah Minggu Tenang memiliki makna
ganda: penuh harapan untuk beristirahat, namun sering kali berubah menjadi
waktu yang justru penuh tagihan. Untuk menggambarkan dinamika tersebut, berikut
beberapa pendapat mahasiswa PBSJ mengenai Minggu Tenang.
“Awalnya seolah hadiah, tapi lama-lama
seperti reminder kalau deadline tinggal hitungan hari.” Pendapat
yang dikemukakan Putri tersebut seakan membuatnya harus tetap mengatur waktu
sebaik mungkin. Ia menyampaikan bahwa ketenangan itu tetap ada, tetapi harus dirancang
sendiri melalui manajemen diri. Pendapat lain disampaikan oleh mahasiswa yang
enggan disebutkan identitasnya. Dia menyampaikan bahwa tenang itu relatif,
tidak ada kuliah memang membuat lega, tapi justru di momen itulah dia harus
maraton mengerjakan proyek UAS yang telah diberikan sebelumnya.
Terlepas dari berbagai dinamika tersebut,
Minggu Tenang tetap menjadi waktu penting bagi mahasiswa untuk mengatur ritme
belajar dan beristirahat. Baik menyiapkan diri menghadapi ujian tertulis maupun
menyelesaikan proyek akhir, mahasiswa PBSJ dituntut untuk adaptif dan mampu
memanfaatkan waktu secara bijak. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Jawa berharap seluruh mahasiswa dapat melalui Minggu Tenang dengan seimbang, antara
produktivitas dan pemulihan energi, serta memasuki UAS dengan kondisi terbaik.
Selamat menikmati Minggu Tenang, dan semoga
UAS semester ini berjalan lancar!