Harga Emas Turun! Kapan Waktu yang Ideal Beli Emas Berdasarkan Weton?
Harga emas mengalami penurunan yang cukup signifikan
di minggu ini. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut dipandang sebagai momentum
yang tepat untuk membeli atau menambah investasi. Namun bagi masyarakat Jawa,
pertimbangan membeli emas tidak semata-mata soal grafik harga. Ada dimensi lain
yang kerap diperhitungkan, yakni weton dan pemilihan hari baik.
Dalam khazanah budaya Jawa, setiap tindakan penting
seperti membangun rumah, menikah, bepergian jauh, hingga memulai usaha sering
dikaitkan dengan perhitungan neptu hari kelahiran. Tradisi ini berangkat dari
keyakinan bahwa manusia hidup selaras dengan ritme kosmis, sehingga keputusan
besar sebaiknya diambil pada waktu yang serasi agar hasilnya lebih berkah dan
minim hambatan.
Dalam budaya Jawa, emas bukan sekadar logam mulia.
Emas melambangkan kemakmuran, keteguhan rezeki, simpanan masa depan, dan
martabat keluarga. Tidak mengherankan jika emas sering hadir dalam momen
penting seperti pernikahan, warisan, atau tabungan jangka panjang. Oleh karena
itu, membeli emas dipandang sebagai laku nandur bandha (menanam harta),
bukan sekadar transaksi finansial.
Secara umum, tradisi Jawa menyebut beberapa kombinasi
hari yang cocok untuk aktivitas finansial. Hari dan pasaran dengan energi adem,
mapan, dan rejeki dianggap baik untuk aktivitas menyimpan harta, termasuk
membeli emas. Legi, melambangkan “leganing ati” dan kelapangan rezeki, baik
untuk memulai investasi. Kemudian terdapat Pahing yang bermakna kuat dan
berkembang, sering dikaitkan dengan pertumbuhan nilai harta. Ditutup dengan
hari Kamis atau Jumat yang sering kali dianggap membawa berkah dan kelancaran.
Selain hari umum, primbon juga menyarankan penyesuaian dengan weton kelahiran. Jika neptu weton kecil, pilih hari bernilai besar (Pahing/Kliwon). Apabila neptu besar, pilih hari yang adem (Legi/Wage) agar seimbang. Filosofinya adalah harmoni, bukan benturan energi. Apabila dibaca secara modern, konsep ini tidak sepenuhnya bertentangan dengan rasionalitas finansial. Membeli emas saat harga turun memang strategi investasi yang masuk akal. Tradisi weton justru menambahkan unsur psikologis dan kultural: rasa mantap, tenang, dan yakin. Dalam banyak kasus, keputusan ekonomi yang diambil dengan perasaan mantap cenderung lebih konsisten. Di sinilah budaya dan logika bertemu. Primbon memberi ketenangan batin, sementara analisis pasar memberi pertimbangan rasional. Keduanya dapat berjalan berdampingan.