Pekan Seni Prodi (PSP) 2025: Merajut Semangat Olahraga, Seni, dan Budaya Jawa di Kampus Unesa
Surabaya, 24 Oktober 2025 - Pekan Seni Prodi memenuhi kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa UNESA sukses menyelenggarakan Pekan Seni Prodi (PSP) 2025, sebuah kompetisi ajang seni dan olahraga yang mengusung semangat pelestarian budaya Jawa di kalangan mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Oktober 2025 ini, merupakan wujud nyata komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional Jawa. PSP 2025 menghadirkan berbagai lomba yang memadukan unsur seni, budaya, dan olahraga tradisional.
Rangkaian Kegiatan PSP 2025:
Pekan Seni Prodi dibuka pada Selasa, 21 Oktober 2025 dengan dua agenda utama. Semifinal Futsal berlangsung seru di Lapangan T1, mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai angkatan. Sementara itu, suara merdu Macapat menggema di Panggung Terbuka, menampilkan kemahiran mahasiswa dalam seni tembang Jawa klasik yang sarat makna filosofis.
Memasuki hari kedua, Rabu, 22 Oktober 2025, nuansa permainan tradisional mengisi Lapangan T1 melalui Lomba Gobak Sodor. Permainan rakyat yang mengutamakan kekompakan tim ini berhasil menghadirkan kembali kenangan masa kecil sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Di sisi lain, Joglo menjadi saksi gelaran Lomba Kangmasnimas yang menampilkan pesona dan bakat siswa dalam melestarikan nilai-nilai kepribadian Jawa.
Puncak pertandingan Futsal berlangsung pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Lapangan T1. Pertandingan final yang penuh semangat ini mempertemukan dua tim terbaik untuk memperebutkan gelar juara.
Rangkaian PSP 2025 ditutup dengan meriah pada Jumat, 24 Oktober 2025 melalui Lomba Campursari di Joglo. Alunan musik campursari yang memadukan gamelan Jawa dengan instrumen modern berhasil menciptakan suasana kekeluargaan dan keakraban di antara seluruh civitas akademika.
Helga Juan Alvianingrum, Ketua Pelaksana PSP 2025 menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dan panitia yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. “PSP tidak hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan pelestarian budaya Jawa yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Kegiatan PSP 2025 mendapat sambutan antusias dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Acara ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai tradisi tahunan yang memperkuat identitas prodi menjadi sekaligus wadah pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa dalam berkesenian Jawa.
Dengan terselenggaranya PSP 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa UNESA sekali lagi membuktikan konsistensinya dalam menjaga warisan budaya Jawa tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman modern.