Dosen PBSJ Unesa Raih Penghargaan TOP Inspirator di Media Digital pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Kabar membanggakan datang dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Danang Wijoyanto, S.Pd., M.Pd., dosen PBSJ, berhasil meraih penghargaan TOP Inspirator di Media Digital dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Universitas Negeri Surabaya pada 17 Agustus 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah Danang Wijoyanto dalam memanfaatkan ruang digital sebagai media komunikasi, edukasi, dan penyebarluasan pengetahuan. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa peran dosen pada era digital dapat berkembang melampaui ruang kelas, salah satunya melalui produksi konten yang mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kehidupan masyarakat.
Kiprah tersebut selaras dengan latar keilmuan Danang Wijoyanto yang mencakup linguistik, sastra, seni, budaya, dan pragmastilistika. Selain aktif dalam kegiatan akademik dan penelitian, ia juga memiliki rekam jejak dalam berbagai program yang berkaitan dengan pengenalan serta pelestarian budaya Jawa, termasuk tembang dolanan, literasi budaya berbasis digital, seni Jawa Timur, dan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui akun sosial medianya, pengetahuan dan perspektif mengenai bahasa, budaya, serta fenomena sosial dikemas dalam format konten digital yang lebih dekat dengan karakter pengguna media sosial. Kehadiran konten semacam ini menjadi menarik karena isu-isu yang biasanya ditemui dalam ruang akademik dapat dikomunikasikan secara lebih ringan, kontekstual, dan mudah diterima oleh masyarakat.
Bagi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, pemanfaatan media digital tersebut memiliki arti strategis. Bahasa dan budaya Jawa tidak hanya perlu dipelajari melalui buku, ruang kelas, atau forum akademik, tetapi juga perlu hadir dalam ruang digital yang menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Konten digital dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan bahasa Jawa, sastra, tradisi, kesenian, dan nilai-nilai kearifan lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital dapat menjadi peluang bagi pengembangan keilmuan PBSJ. Pengetahuan tentang bahasa dan budaya Jawa dapat dikemas dalam berbagai bentuk kreatif sehingga tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat menjadi bagian dari percakapan publik di media sosial.
Penghargaan TOP Inspirator di Media Digital dengan demikian tidak hanya menjadi capaian personal bagi Danang Wijoyanto, tetapi juga menjadi apresiasi terhadap upaya menghadirkan keilmuan bahasa, sastra, seni, dan budaya Jawa dalam ekosistem digital. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika PBSJ untuk terus berinovasi dalam mendiseminasikan pengetahuan sekaligus memperkuat eksistensi budaya Jawa di tengah perkembangan teknologi.